| SELAMAT DATANG DI WEBSITE KUTAWARU BERSATU | DENGAN SEMANGAT PERJUANGAN MARILAH KITA BERSATU DEMI MENGGAPAI HARAPAN YANG LEBIH BAIK LAGI |

Banner 468 x 60px

Pelopor Pemersatu Karang Taruna Adhitya Karya & Karang Taruna Wiratama Jaya Kelurahan Kutawaru " TINGGALKAN YANG DULU, KERJAKAN YANG BARU , PEMUDA BERKARYA KUTAWARU MAJU "
 

Jumat, 28 Juli 2017

Lebih Separuh Calon Haji Cilacap dan Purbalingga Berisiko Tinggi.


Lebih Separuh Calon Haji Cilacap dan Purbalingga Berisiko Tinggi.

Kutawaru - Kantor Kementerian Agama Purbalingga dan Cilacap mencatat separuh lebih calon jemaah haji masuk kategori risiko tinggi lantaran usia tua dan penyakit kronis yang diderita.



Kepala Kemenag Cilacap, 


Jamun Effendi, mengatakan dari 1,024 calhaj yang tercatat, ada dua yang dipastikan urung berangkat ke Tanah Suci. Satu orang meninggal, satu orang lainnya terserang stroke berat, sehingga dinyatakan tak mampu menjalankan (tidak istitoah).

"Satu calhaj yang meninggal adalah almarhumah Ibu Tarti, warga Sikampuh Kecamatan Kroya. Sementara, calhaj yang tidak istitoah atas nama Suparso (70), warga Gunung Simping, Cilacap," kata dia, Sabtu, 22 Juni 2017.

Jamun menjelaskan, informasi yang diperolehnya, dari sebanyak 1.024 calhaj asal Cilacap, lebih dari 50 persennya merupakan calon jemaah haji berisiko tinggi. Pasalnya dilihat dari faktor usia, rata-rata sudah berusia tua dan banyak yang menderita penyakit.

Penyakit yang paling banyak diderita oleh calon jemaah haji antara lain hipertensi, stroke, gula darah, jantung, dan obesitas. Ada pula yang karena faktor usia sangat tua, bahkan ada yang berkategori sangat tua. Namun, para calon haji ini lolos tes kesehatan lantaran bisa hidup normal sambil mengonsumsi obat.


"Disebut ada 1,73 persen yang berusia di atas 80 tahun sampai 90 tahun. Berarti jumlahnya sekitar 20-an orang, ikut dalam rombongan haji Cilacap," sebut Jamun.

Untuk melayani jemaah berisiko sangat tinggi itu, kata Jamun, pihaknya memberikan pendampingan khusus, terutama oleh para ketua-ketua regu yang anggotanya ada calon jemaah haji berisiko tinggi. Dinas Kesehatan Cilacap, ujar dia, juga lebih intensif mendampingi calhaj yang risiko tinggi ini.

Sementara, Kepala Kemenag Purbalingga, Akhmad Muhdzir, mengatakan dari 813 calhaj Purbalingga, 400 orang di antaranya merupakan calhaj berisiko tinggi. Dari ratusan orang yang berisiko tinggi itu, tiga orang di antaranya dinyatakan tidak istitoah.

"Calhaj yang risiko tinggi mencapai 400 orang. Namun yang direkomendasikan untuk menunda keberangkatan hanya tiga orang. Yang lain masih dapat berangkat dengan catatan ada pendampingan," kata Muhdzir.

Muhdzir menjelaskan, sebagian besar 400 calhaj berisiko tinggi itu adalah calhaj dengan usia tua. Selain itu, ada pula yang menderita berbagai penyakit kronis. Akan tetapi, dia menjamin mereka akan didampingi khusus selama menunaikan ibadah haji di tanah suci.

"Menurut laporan dari Kepala Seksi Haji dan Dinas Kesehatan dari seluruh calhaj sudah siap melaksanakan ibadah haji baik secara fisik maupun mental," ujarnya.





 Sumber    :   Liputan6.com 

 Editor       :   Erik Stiyanto 
Read more...

Kamis, 27 Juli 2017

Peresmian Lapangan Krida Wiratama, dimeriahkan Drum Band Nomer 1 di Cilacap.

Peresmian Lapangan Krida Wiratama Lingkungan II.

Kutawaru - Tepat pada hari Selasa 25 Juli 2017 diadakan acara peresmian Lapangan Krida Wiratama Kelurahan Kutawaru. Pada peresmian tersebut dihadiri oleh Lurah Kutawaru,  RT, RW Selingkungan II, Kepala Lingkungan 2, Tokoh Masyarakat, Guru, Tokoh Pemuda, Sesepuh bini sepuh sebagai tamu undangan. 


Acara yang secara resmi di buka oleh Ketua Panitia Pembangunan Lapangan Krida Wiratama, Muji Sugito itu tandai dengan pelepasan balon udara oleh Lurah Kutawaru Bapak Kabul Widodo,SE. yang dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng.

Agenda tersebut di awali dengan pembacaan do’a oleh Bapak Adwan yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan dan laporan dari Ketua Panitia Muji Sugito menyampaikan rasa syukur bisa mengadakan acara ini. Beliau juga menambahkan bahwa pembuatan  Lapangan Krida Wiratama atas kerja keras warga masyarakat selingkungan 2 dan diawali swadaya masyarakat, berkat kerja keras masyarakat sehingga bisa terwujud lapangan baru khususnya dilingkungan II.

Sebagai penutup acara dimeriahkan Drum Band Genderang Cahaya Samudra oleh Siswa - siswi Taruna SMK Pelayaran Samudra Cilacap.










 






Editor         : Erik Stiyanto



Read more...

Rabu, 26 Juli 2017

Layang-layang Picu Pemadaman Listrik 800 Ribu Pelanggan

Layangan Memicu Pemadaman Dicilacap !!!


Kutawaru Bersatu - Layang-layang pada musim kemarau dan angin timuran marak di berbagai daerah, termasuk di wilayah pesisir mulai Kebumen hingga Cilacap, Jawa Tengah. Tak hanya anak kecil, seringkali layang-layang dimainkan oleh orang dewasa dengan berbagai bentuk dan fitur, mulai ukuran sedang hingga berukuran raksasa.

Ada layang-layang yang terbuat dari kertas, alumunium foil, dan plastik. Bahkan, sebagian layang-layang di Cilacap dan Kebumen dibuat dari plastik dan dipasangi lampu agar layang-layang bisa diterbangkan malam hari dan kerlap-kerlip di ketinggian.

"Mereka tak sadar bahwa itu membahayakan. Apalagi jika diterbangkan dekat dengan jaringan PLN," kata Kepala Humas PT PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Cilacap, Slamet Agus Budiono, Rabu malam, 26 Juli 2017.


Slamet mengatakan, akibat layang-layang menyangkut jaringan, sebanyak 800 ribu lebih pelanggan PLN APJ Cilacap mengalami pemadaman listrik antara Mei hingga Juli 2017 ini. Layang-layang berbagai fitur itu memicu hubungan arus pendek atau korsleting yang memicu swith off atau listrik padam.

"Bahwa ada sekitar 800 ribu-an lah ya. Itu kejadiannya mulai bulan Mei hingga bulan ini. Itu kan terjadi di beberapa tempat, wilayah layanan APJ Cilacap," ujarnya.

Slamet menjelaskan, laporan berbagai kasus layang-layang

nyangkut itu mulai di Daerah Kebumen, Gombong, Cilacap Timur, Cilacap Kota, dan Cilacap Timur.

"Kalau nyenggol jaringan yang terjadi kebanyakan seperti kasusnya. Memang, gangguan yang terjadi 85 persen yang terjadi sekarang layang-layang trennya," kata dia menerangkan.

Ia menjelaskan, hampir seluruh jenis layang-layang berbahaya jika mengenai kabel PLN yang tak berpengaman. Namun, dia menyebut layang-layang yang terbuat dari kertas kado alumunium foil paling berbahaya. Pasalnya, saat terkena jaringan listrik, kertas yang bersifat konduktor itu (menghantarkan panas) akan menyebabkan hubungan arus pendek antara saluran positif dengan negatif.

Tak hanya itu, menurut Slamet, layang-layang yang terbuat dari kertas biasa pun bisa berbahaya jika menyangkut di kabel jaringan. Pasalnya, saat dibiarkan menggelantung, saat hujan atau terkena embun, air yang terkandung dalam kertas juga menjadikan kertas bersifat konduktif dan memicu hubungan arus pendek.

"Layang-layang itu kan lebarnya 3 meter, Mas. Lha, terus, kalau malam-malam kayak di Kroya, Cilacap dan sebagainya itu kemudian malamnya itu kan dikasih lampu. Lampu itu, nanti ada sedikit kabelnya. Itu banyak yang turun, nanti nyenggol jaringan," ujarnya.

Begitu pula dengan layang-layang biasa, yang terbuat dari kertas. Saat menyangkut di jaringan, saat basah oleh air hujan atau embun, juga dapat memicu arus pendek dan memicu pemadaman otomatis.

"Layang-layang yang mengenai jaringan juga membayakan bagi orang yang bermain. Sebab, ada beberapa jenis tali layangan yang bersifat konduktor," ujarya.

Untuk itu, pihaknya telah berkirim surat kepada Bupati Cilacap dan Kapolres Cilacap untuk melakukan imbauan dan surat edaran agar masyarakat tak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik agar tak memicu pemadaman listrik. Selain itu, Bupati diharapkan membuat surat edaran yang melarang masyarakat membuat layangan dari bahan bersifat konduktif.




Sumber   : www.serayunews.com

Editor      : Erik Stiyanto
Read more...

Sabtu, 06 Mei 2017

Nelayan Temukan Jasad Bocah yang Tenggelam di Pantai Kemiren Cilacap

KUTAWARU.COM, CILACAP - 
Tim SAR gabungan, Sabtu (6/5/2017) pukul 09.00 WIB, menemukan jasad bocah yang tenggelam di Pantai Kemiren, Kelurahan Mertasinga, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Sebelumnya upaya pencarian terhadap Rizal (11) warga Jalan Kidang, Kelurahan Mertasinga, dilakukan sejak ia dinyatakan hilang.
Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap Mulwahyono mengatakan, korban ditemukan sekitar satu kilometer ke arah selatan dari lokasi awal dinyatakan hilang.
Pada tubuh korban ditemukan luka di bagian kepala.
Korban langsung dibawa ke RSUD Cilacap.
"Pertama kali korban ditemukan oleh nelayan yang sedang menjaring ikan. Korban sudah mengambang," ungkap Mulwahyono dalam rilis Basarnas Jawa Tengah.
Temuan tersebut lantas dilaporkan secara berjenjang dari kepala desa hingga ke Basarnas. 
Saat itu tim Basarnas tengah melakukan penyisiran lewat darat.
"Kemudian kami evakuasi menggunakan perahu milik nelayan Kemiren," ujarnya.
Rizal dilaporkan hilang ketika sedang mandi di Pantai Kemiren bersama dua rekannya, Zaki (8) dan Fendi (11).
Saat tengah asyik bermain air, tiba-tiba datang gelombang tinggi yang menyeret ketiga bocah tersebut.
Dua rekan korban dapat menyelamatkan diri.
Adapun Rizal terseret hingga ke tengah dan hilang ditelan ombak.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke nelayan sekitar.
"Setelah menerima laporan tersebut, kami segera memberangkatkan satu regu Basarnas menuju lokasi kejadian untuk menggelar operasi SAR. Personel kami dilengkapi dengan peralatan pertolongan di air," jelasnya.
Operasi pencarian terhadap korban dilakukan oleh gabungan Tim SAR yang terdiri atas Basarnas, personel TNI/ Polri, Radio Antar-Penduduk Indonesia (RAPI) Cilacap, Cilacap Rescue, Tim Pertolongan Kecelakaan Laut (TPKL) Cilacap, dan relawan Kemiren. (kompas.com/syahrulmunir)

Editor    : Bunglon
Read more...

Jumat, 05 Mei 2017

CILACAP PENGIDAP HIV BERTAMBAH 47 ORANG !!!

CILACAP - Persebaran HIV di Kabupaten Cilacap semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data pada Klinik Voluntary Conseling Test (VCT), hingga April 2017 jumlah pengidap HIV di Cilacap bertambah sebanyak 47 orang. Dari jumlah tersebut, tujuh orang merupakan ibu hamil, dan lima diantaranya telah melahirkan. Direktur Klinik VCT RSUD Cilacap, Rubino, Selasa (2/5/2017) menjelaskan, tujuh ibu hamil tersebut tertular HIV melalui hubungan seksual. Dalam pemeriksaan lanjutan, beberapa suami mereka diketahui juga positif mengidap HIV. Sedangkan lima bayi yang dilahirkan oleh ibu yang positif HIV, saat ini masih dalam pengawasan. Proses persalinannya sendiri dilakukan melalui tindakan medis khusus, untuk meminimalisir penularan. 


Namun belum diketahui apakah bayi-bayi tersebut positif tertular HIV, karena rapid tes baru akan dilakukan saat mereka menginjak usia 18 bulan. Rubino menambahkan, penularan HIV pada bayi sebenarnya dapat diketahui melalui tes viraloid. Namun biayanya sangat tinggi, dan alat tersebut saat ini baru dimiliki oleh Rumah Sakit dr. Karyadi Semarang. Rubino menyatakan, dengan temuan baru ini diperkirakan jumlah pengidap HIV,AIDS di Kabupaten Cilacap mencapai 900-an orang. Meski demikian, diyakini fakta di lapangan lebih banyak dari itu, karena belum semua kasus terdata oleh Dinas Kesehatan Cilacap. Pihaknya menargetkan temuan kasus HIV,AIDS tahun ini dapat ditingkatkan. Sehingga penangananya dapat dilakukan lebih dini, untuk menekan jumlah korban jiwa.(don)


Editor    : Bunglon

Sumber : http://www.cilacapkab.go.id/v2/


Read more...

Sabtu, 29 April 2017

Gempa Guncang Cilacap, Ribuan Warga Evakuasi Mandiri !!!

Gempa Guncang Cilacap, Ribuan Warga Evakuasi Mandiri...

Kutawaru Bersatu - Sirine di 49 titik instansi pemerintah,swasta dan sekolah serentak berbunyi pada pukul 10.00 WIB Rabu (26/4/2017). Ribuan masyrakat dari PNS, Pegawai Swasta serta sejumlah siswa yang berada di dalam ruangan seketika itu berlari ke luar gedung dan perkantoran. Secara serentak, mereka mengikuti sekenario simulasi evakuasi mandiri yang dilaksanakan dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional tanggal 26 April 2017.
“Simulasi evakuasi mandiri, dengan skenario pada tanggal 26 April 2017 pukul 10.00 WIB, terjadi gempa bumi di wilayah Cilacap dengan skala 5,7 Skala Richter (SR) dengan titik episentrum di 317 kilometer Barat Daya Cilacap pada kedalaman 10 kilometer,” kata Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy pada Rabu (26/4/2017).
Dikatakannya, kegiatan tersebut dilaksanakan serentak pada pukul 10.00 WIB di 49 titik di Kabupaten Cilacap, dipimpin oleh Sekda Cilacap, Sutarjo selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana. Simulasi evakuasi mandiri melibatkan sekitar 10.126 orang lebih yang terbagi dalam 49 titik untuk wilayah kota, dan masing msing satu titik di Majenang dan Sidareja.
“Sesuai prosedur tetap penyelamatan, maka sirene dibunyikan dan seluruh pegawai dari kantor Pemerintah, perusahaan, anak-anak sekolah dan masyarakat berusaha keluar dari gedung untuk menuju titik kumpul yang telah ditentukan,” ungkapnya.
Menurutnya, simulasi evakuasi mandiri bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar terlatih melaksanakan evakuasi secara mandiri saat terjadi bencana. Selain itu, diharapkan masyarakat juga tidak tergantung kepada aparat baik aparat keamanan, BPBD dan aparat desa, dalam upaya penyelamatan diri akibat adanya bencana.
“Kegiatan yang sama juga dilakukan serentak di seluruh Indonesia, dalam rangka memperingati 10 tahun disahkannya Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana dan ditetapkannya Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional tanggal 26 April 2017,” katanya.

Editor By :  Erik Stiyanto
Read more...

Kecamatan di Cilacap Masih Tunggu Blangko e-KTP !!!


Kecamatan di Cilacap Masih Tunggu Blangko e-KTP !

10 Mesin Cetak Sudah Disebar KROYA-Meski Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cilacap sudah memastikan menerima jatah 10 ribu blangko e-KTP, namun blangko-blangko tersebut belum sampai ke tingkat kecamatan. Padahal, dengan jatah hanya 10 ribu di kabupaten, Disdukcapil harus membagi untuk 24 kecamatan di seluruh wilayah. 


DARI TIONGKOK Mesin pencetak e-KTP bermerk FARGO HDP5000HDP ii Plus buatan Tiongkok sudah ada di 10 kecamatan yang ditunjuk untuk melakukan pencetakan e-KTP. (DARYANTORADAR BANYUMAS) Pantauan Radar Banyumas, hingga kemarin (27/4) belum ada aktivitas pencetakan e-KTP untuk pemohon di tingkat kecamatan. Pihak kecamatan pada awal bulan ini baru menerima alat untuk mencetak e-KTP saja. Informasi yang dihimpun, hanya ada 10 kecamatan yang menerima dari 24 kecamatan di Cilacap. Mesin pencetak e-KTP ini bermerk FARGO HDP5000/HDP ii Plus buatan Tiongkok. “Alat masih belum digunakan. Alatnya sudah, namun blangko tetap harus menunggu dari Jakarta,” kata Operator KTP Kecamatan Kroya, Sutardi kepada Radarmas. Dengan demikian, kata dia, pencetakan sementara masih dilakukan di Kabupaten Cilacap. Terkait dengan kuota untuk kecamatan yang hanya 400 blangko, dikatakan Sutardi sangat minim. Hal itu jauh dari pada permintaan. Bahkan, di Kroya, dari data yang sudah terekam hampir ada 10.000 ribu. “Kami memang diminta untuk mencetak sendiri sesuai dengan daftar tunggu yang sudah ada,” kata dia. Selain nantinya pencetakan disesuaikan dengan daftar tunggu, juga akan diprioritaskan daftar tunggu yang memang belum pernah mendapatkan e-KTP. Artinya, bagi warga yang sudah pernah mendapatkan e-KT namun hilang atau rusak kemudian mengajukan lagi maka menjadi bagian paling akhir. “Utamanya sesuai daftar tunggu lalu yang belum pernah memiliki e-KTP. Itu yang dipriorotaskan. Sehingga pemohon diharap maklum dan sabar,” terangnya. Terpisah, Camat Kroya Drs Muhamad Najib MSi kepada Radarmas mengaku program pemerintah untuk pencetakan hingga tingkat kecamatan sudah jalan. Dikatakan dia, tinggal menunggu blangkonya dari Jakarta. “Jika sudah ada blangkonya maka dia yakin pelayanan E-KTP akan lancar. Mesin cetaknya kami sudah ada operatornya. Sudah praktek dan terlatih. Sehingga sedikit bersabar lagi menunggu blangkonya,”kata dia. Ditambahkan dia, dengan 10 mesin cetak yang diperuntukan bagi 24 kecamatan, maka pelayanan akan lebih mudah. Sehingga pelayanan E-KTP bisa dicetak ditingkat kecamatan sesuai dengan keinginan masyarakat.(yan/ttg)



Editor  : Erik Stiyanto


Copyright © Radarbanyumas.co.id  & www.kutawaru-bersatu.blogspot.com
Read more...

Rabu, 26 April 2017

Kegiatan Karang Taruna Tunas Bakti Dusun Bojong Kurang Perhatian Pemerintah !!!

Kegiatan Karang Taruna Tunas Bakti RW. 08 Kelurahan Kutawaru !!!

Kegiatan pemuda pemudi Tunas Bakti 08 pada Minggu 23 April 2017 untuk kepedulian Lingkungan. Kami Bukan Mengharapkan Ke exisan namun kami mengharapkan perubahan kemajuan pada lingkungan kami, dan Negri ini. Semoga Pemerintah tidak tuli untuk mendengar dan buta untuk melihat. Jerit Rakyat kecil seperti kami. Kami bosan dengan janji, kami ingin bukti nyata untuk kemajuan !!!













































Semoga kedepannya bukan hanya dari instansi masyarakat saja namun di harapkan semua lapisan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungannya.. Semoga pemerintah yg berwenang untuk pembangunan bukan hanya melihat namun berkenan untuk membantu dalam hal pembangunan. suatu bukti masyarakat peduli terhadap negerinya untuk kemajuan negeri ini... Tinggal bagaimana Pemerintahnya...









































































Kegiatan - Kegiatan Pembuatan Lapangan Karang Taruna Tunas Bakti RW.08 Kutawaru. 

Alhamdulilah pembuatan Lapangan Volly untuk pengembangan bakat Pemuda-pemudi Rw.08 sudah hampir selesai dan bisa segera di gunakan. 

Suatu bukti kekompakan pemuda untuk mewujudkan lingkungannya untuk maju dan lebih baik lagi.

" Kalo bukan sekarang kapan lagi, kalo bukan pemuda-pemudi siapa lagi "


























Itulah sepenggal kegiatan - kegiatan pemuda - pemudi Karang Taruna Tunas Bakti RW. 08. Semoga Apa yang menjadi cita - cita pemuda - pemudi untuk membuat perubahan yang nyata didukung penuh oleh pemerintah, aminn



Editor     :Erik Stiyanto

Tag        :Cilacap

Sumber  : Mahmud Imron ( Ketua Karang Taruna Tunas Bakti )
Read more...

Senin, 17 April 2017

Cilacap Targetkan 13.500 Bidang Tanah Bersertifikat Termasuk Nelayan Kutawaru

Kutawaru News, CILACAP--Sebanyak 13.500 bidang tanah di Kabupaten Cilacap ditargetkan bersertifikat pada 2017.


Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Pertanahan Kabupaten Cilacap Winarno Nuswantoro mengatakan tanah-tanah yang akan disertifikasi itu tersebar di 66 desa dari 18 kecamatan.
"Jumlah tersebut jauh lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya yang berkisar 2.000-3.000 bidang tanah per tahun," katanya, Kamis (6/4/2017).

Dia menjelaskan sertifikasi tanah itu dilakukan melalui dua kegiatan, yakni Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) untuk 11.850 bidang tanah yang diusulkan masyarakat melalui pemerintah desa setempat dan kerja sama lintas sektoral dengan sejumlah kementerian untuk 1.650 bidang tanah.

Ia mengatakan 11.850 bidang tanah yang akan disertifikasi melalui Prona telah diusulkan oleh pemerintah desa setempat pada 2016 dan sejak awal 2017 sudah dilakukan pendataan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Cilacap.

"Hingga saat ini sudah terealisasi sekitar 200 bidang tanah," katanya.

Winarno mengakui jika hingga saat ini masih banyak tanah di Kabupaten Cilacap yang belum bersertifikat karena dari sekitar 1,1 juta bidang tanah, sedangkan yang baru bersertifikat sekitar 250 ribu bidang.

Oleh karena itu, Kantor Pertanahan Kabupaten Cilacap menargetkan pada 2025 seluruh bidang tanah yang ada telah bersertifikat.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Seksi Pemberdayaan Nelayan Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap Saiful Purnamaji mengatakan pihaknya pada 2016 telah mengusulkan kepada Badan Pertanahan Nasional melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk dilakukan sertifikasi tanah milik nelayan 250 bidang tanah di Kecamatan Kedungreja pada 2017.

"Namun setelah dicek oleh BPN, ternyata hanya terpenuhi 100 bidang. Oleh karena itu, kami cari lagi dan ternyata nelayan di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, siap," katanya.

Ia mengatakan BPN sudah mengecek tanah di Kutawaru dan diketahui tidak ada permasalahan, antara lain tidak bersinggungan dengan lahan milik Perhutani dan tidak bersinggungan dengan hukum.

Kendati demikian, dia mengakui ada sedikit permasalahan dalam pemberian bantuan sertifikasi hak atas kepemilikan tanah bagi nelayan di Kutawaru.

"Syarat untuk mendapatkan bantuan harus memiliki kartu nelayan. Padahal kartu nelayan dimiliki suami sedangkan tanah dimiliki oleh istri," katanya.

Dalam hal ini, kata dia, kartu nelayan dimiliki kaum pria meskipun kenyataannya di Cilacap banyak kaum perempuan yang menjadi nelayan.

Dia mengatakan di Kutawaru tercatat sekitar 800 nelayan yang memiliki kartu nelayan dan seluruhnya laki-laki.

Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya agar nelayan bisa memiliki sertifikat hak atas tanah.
Sumber : Antara & Kutawaru Bersatu
Read more...

Dermaga Alasmalang Kutawaru Cilacap Tengah Makin Ramai...!!!

Untuk Akses Perdagangan CILACAP-Lalulintas di Dermaga Penyebrangan Prenca dari wilayah kota Cilacap menuju ke Kelurahan Kutawaru semakin ramai. Aktivitas warga yang keluar masuk “pulau” kecil di sebelah barat kota Cilacap itu sekarang sangat padat. 
























Meski kecil, namun dermaga sangat penting bagi warga Kutawaru. Aktivitas 
warga yang keluar masuk Kutawaru bukan hanya sekedar melakukan perjalanan. Dengan ongkos yang terjangkau Rp 3.000 sekali menyebrang, Kutawaru yang meski dipisahkan perairan di tengah desa tetap ramai. “Kalau yang mau ke Cilacap tinggal menyebrang hanya beberapa menit sudah sampai. Dan kalau kembali masih ada perahu yang menyebrangkan kembali seperti angkutan umum,”kata Nasrudin salah seorang warga Cilacap yang kerap berkunjung ke Kutawaru. Menurut dia aktivitas penyebrangan sekarang jauh lebih ramai dari pada dulu. Bahkan lebih banyak para penyebrang ikut dengan sepada motornya. Hal itu selain sekarang sudah lebih mudah juga semakin ramai. “Kalau dulu penyebrangan ini belum seramai sekarang,” kata dia. Salah seorang tokoh di Kutawaru, Arjo Kemis menceritakan saat ini angkutan sungai sudah seperti angkutan umum. Setiap saat orang bisa menyerang. Sehingga aktivitas di dalam maupun yang ada kepentinga keluar tidak sulit lagi. “Kalau jaman bapak saya dulu, tahun 60-an kalu mau menyerang harus pakai perahu sendiri. Itu pun kecil sehingga masyarakat yang trukah di sini masih seperti terisolasi,”kata dia menceritakan masa lalu. Sekarang ini, lalulintas di perairan sekitar Nusakambangan juga sudah sangat ramai. Sehingga bukan hanya warga Kutawaru namun warga dari desa lainnya juga sudah lebih mudah. Hanya saja karena Kutawaru yang paling dekat sehingga aktivitasnya seperti desa-desa di Cilacap lainnya. “Kalau mau menyeberang kan tidak sampi 10 menit. Sehingga itu dianggap bisa. Dan ongkosnya pun sangat terjangkau,”kata dia.(yan/ttg)



Sumber: http://radarbanyumas.co.id/dermaga-prenca-cilacap-makin-ramai/
Copyright © Radarbanyumas.co.id
Read more...